Kamis, 10 Agustus 2017

Kumpulan Puisi Junila WR

RAYAP DI DINDING RINDU
-J.WR-

Bang,
Ratusan matahari telah melumatku
sejak gemintang yang kau janjikan
ikut berlalu bersamamu
tanpa kabar, tanpa isyarat

ratusan pula senja
telah memulangkan unggas ke sarang-sarang
seperti memulangkanmu pada kampung halaman
di sudut paling timur negeri ini

kali terakhir kuputuskan
berhenti merindu pada sebuah kepergian
detik itu kau datang lagi
menawarkan bintang serupa
sayang sekali, bang
kau terlambat
meski di sini masih dilanda kekosongan
kehadiranmu hanya rayap
menggerogoti dinding rinduku yang mati

sia-sia

terlalu lama,
aku sudah tak hirau pada rayap, pada rindu
lebih baik kutahankan
ketimbang bergumul dengan janjimu,
dengan bayangmu, bayangan tak bernama

Muaro Paneh, 12 Februari 2016

SESAK TENTANG MU
-J.WR-

Malamku terjajah rindu
Kelam jadi penguat gebu
Kutahan sedu
Terkenangmu

Gelap ini sesak
Sunyi memekak
Bayangmu menyeruak
Aku terisak

Muaro Paneh, 11 Agustus 2017 (dini hari)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar