RAYAP DI DINDING RINDU
-J.WR-
Bang,
Ratusan matahari telah melumatku
sejak gemintang yang kau janjikan
ikut berlalu bersamamu
tanpa kabar, tanpa isyarat
ratusan pula senja
telah memulangkan unggas ke sarang-sarang
seperti memulangkanmu pada kampung halaman
di sudut paling timur negeri ini
kali terakhir kuputuskan
berhenti merindu pada sebuah kepergian
detik itu kau datang lagi
menawarkan bintang serupa
sayang sekali, bang
kau terlambat
meski di sini masih dilanda kekosongan
kehadiranmu hanya rayap
menggerogoti dinding rinduku yang mati
sia-sia
terlalu lama,
aku sudah tak hirau pada rayap, pada rindu
lebih baik kutahankan
ketimbang bergumul dengan janjimu,
dengan bayangmu, bayangan tak bernama
Muaro Paneh, 12 Februari 2016
SESAK TENTANG MU
-J.WR-
Malamku terjajah rindu
Kelam jadi penguat gebu
Kutahan sedu
Terkenangmu
Gelap ini sesak
Sunyi memekak
Bayangmu menyeruak
Aku terisak
Muaro Paneh, 11 Agustus 2017 (dini hari)